Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penyusunan Asesmen HOTS Berbasis Artificial Intelligence di SMP Negeri 2 Indralaya Selatan
DOI:
https://doi.org/10.30734/j-abdipamas.v10i1.5241Abstract
ABSTRAK
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun instrumen asesmen formatif dan sumatif berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Indralaya Selatan dan melibatkan 29 guru melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan konseptual, workshop penyusunan instrumen asesmen, penerapan teknologi AI, serta pendampingan dan evaluasi. Guru dilatih memahami taksonomi Bloom revisi, karakteristik soal HOTS, penyusunan kisi-kisi dan rubrik, serta penggunaan platform AI seperti ChatGPT, Quillionz, dan QuestionWell. Hasil pretest dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata nilai meningkat dari 57,24 menjadi 83,30. Guru mampu menghasilkan minimal sepuluh soal HOTS lengkap dengan indikator dan rubrik yang kemudian dikompilasi menjadi bank soal sekolah. Program ini juga menghasilkan rencana keberlanjutan berupa pembentukan komunitas praktik, penyusunan SOP pemanfaatan AI, serta pelatihan lanjutan mandiri. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi asesmen dan pemanfaatan teknologi guru sehingga mendukung peningkatan kualitas praktik evaluasi pembelajaran di sekolah.
Kata kunci: HOTS; asesmen formatif; asesmen sumatif; kecerdasan buatan; pemberdayaan guru; pengembangan instrumen; AI dalam pendidikan.
ABSTRACT
This community service program aims to enhance teachers’ competencies in developing formative and summative assessment instruments based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) by utilizing Artificial Intelligence (AI) technology. The activities were conducted at SMP Negeri 2 Indralaya Selatan and involved 29 teachers through a participatory and collaborative approach. The series of activities included orientation, conceptual training, workshops on assessment instrument development, the application of AI technology, as well as mentoring and evaluation. Teachers were trained to understand the revised Bloom’s Taxonomy, the characteristics of HOTS questions, the development of test blueprints and rubrics, and the use of AI platforms such as ChatGPT, Quillionz, and QuestionWell. Pretest and post-test results showed a significant improvement, with the average score rising from 57.24 to 83.30. Teachers produced at least 10 complete HOTS questions, with indicators and rubrics, which were then compiled into a school question bank. The program also resulted in a sustainability plan involving the formation of a community of practice, the development of standard operating procedures (SOPs) for AI utilization, and self-directed advanced training. Overall, this initiative successfully improved teachers’ assessment literacy and technology use, thereby enhancing the quality of learning evaluation practices in schools.
Keywords: HOTS; formative assessment; summative assessment; artificial intelligence; teacher empowerment; assessment instrument development; AI in education.
References
Amrina, D. E., Deskoni, D., & Mardetini, E. (2021). Pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS pada mata kuliah Pendidikan IPS. Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal, 7(2), 156–182.
Amrina, D. E., Hasmidyani, D., & Mardetini, E. (2022). Analisis kebutuhan instrumen penilaian high order thinking skill (HOTS) berbantu aplikasi ThatQuiz. Jurnal Neraca: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Ekonomi Akuntansi, 6(2), 169–180.
Austin, T. (2022). Branding dan pemasaran kemplang panggang Desa Tebing Gerinting Selatan Kecamatan Indralaya Selatan. Kawanad: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(2), 98–108.
Badan Pusat Statistik. (2024). Kecamatan Indralaya Selatan dalam angka 2024. Ogan Ilir: Badan Pusat Statistik.
Berisha, F., Vula, E., Gisewhite, R., & McDuffie, H. (2023). The effectiveness and challenges implementing a formative assessment professional development program. Teacher Development.
Data Pokok Pendidikan. (2025). Data Pokok Pendidikan (DAPODIK). Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Farooqui, M. O., Siddiquei, M. I., & Kathpal, S. (2024). Framing assessment questions in the age of artificial intelligence: Evidence from ChatGPT 3.5. Emerging Science Journal, 8(3), 948–956.
Jaenudin, R., Chotimah, U., Farida, F., & Syarifuddin, S. (2020). Student Development Zone: Higher order thinking skills (HOTS) in critical thinking orientation. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 7(9), 11–19.
Kanık, M. (2024). The use of ChatGPT in assessment. International Journal of Assessment Tools in Education, 11(3), 608–621.
Nguyen, T. L. (2024). Teachers’ perspectives on AI-driven Quillionz for generating EFL reading comprehension quizzes. AsiaCALL Proceedings.
Poláková, P. (2024). Examining the reliability of ChatGPT as an assessment tool. Procedia Computer Science / Education Technology Proceedings.
Setiaari, D. P., Jaenudin, R., & Koryati, D. (2019). Analisis pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Palembang. Jurnal PROFIT: Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi, 6(2), 167–175.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.